Ads 468x60px

.

Pages

Subscribe:

Labels

Jumat, 25 November 2011

OBJEK WISATA BATU TIMAH - LUMAR - BENGKAYANG

OBJEK WISATA BATU TIMAH

Tidak banyak orang di luar Kabupaten Bengkayang mengetahui sebuah objek wisata yang Indah dan seru yaitu Riam Batu Timah. Letaknya 15 km dari Bengkayang menuju Lumar. Dari Jalan kita masuk lagi dengan jalan semi permanen (aspal kecamatan) kurang lebih 6 km. Kampung yang kita lewati adalah Lumar Dalam sampai kampung Madi. Dari sini Kendaraan mobil maupun roda dua dapat masuk. Kendaraan kita tidak bisa terus lagi sampai Bendungan yang dikelola PDAM Kabupaten Bengkayang. Kita dapat berisirahat sejenak dengan menikmati pemandangan dan sejuknya air sungai dari bendungan. Kalau kita hendak menikmati pemandangan yang lebih seru lagi kita dapat meneruskan perjalanan dengan menyusuri jalan setapak melewati punggung bukit sekitar 40 menit. Dari kejauhan kita dapat mendengar gemersik air yang mengalir deras melewati batu yang licin. Setiba di lokasi tersebut kita akan disuguhi pemandangan yang asyik dan sangat cantik untuk jadi objek fotography. Di Riam Batu Timah ini dengan air yang mengalir deras anak-anak biasanya suka untuk meluncur dari atas dan diseret arus air sampai ketempat yang landai. Air sungai ini mengalir dari jajaran Gunung Bawang yang airnya saat ini digunakan oleh Pemda Bengkayang untuk sumber air bersih yang mendukung pasokan air Kota Bengkayang. Anda penasaran silahkan berkunjung di Riam Batu Timah. Semoga anda menikmati liburan di tempat tersebut.
Berjalan menyusuri jalan setapak menuju Riam Batu Timah
Air yang mengalir deras bagian bawah Riam Batu Timah
Riam Batu Timah dari atas
Bagian daria riam yang cocok untuk meluncur




Kamis, 24 November 2011

PR0FIL SEKRETARIS PAROKI BENGKAYANG

BERKARYA DI PAROKI DAN BERPRESTASI DI PERTANIAN

Menjadi Sekretaris Paroki mungkin tak pernah terbayangkan oleh sosok pribadi yang bernama lengkap Kristianus Kaut. Beliau lahir di Manggarai Barat, Nggola, 20 Maret 1974. Menjadi Sekretaris Paroki Bengkayang pada tanggal 4 November 2000. Tidak terasa sudah 11 tahun telah menjadi Sekretaris Paroki dengan segala suka-dukanya. Tugas yang dijalaninya dengan penuh syukur dan gembira ini telah menghantar Kristianus (Anus panggilan akrabnya) menjadi pribadi yang ramah dalam melayani setiap umat yang datang untuk berusuran di paroki. Banyak tugas yang selalu menantinya setiap hari di kantor paroki. Sebagai Sekretaris Paroki banyak juga tantangan yang mesti di hadapinya terutama bila ada umat yang datang ke paroki dalam mengurus surat babtis atau keluarga. Tantangan terbesar adalah apabila melayani kartu babtis, kebanyakan terjadi keluarga-keluarga jarang sekali mengarsipkan data babtis dirinya dan keluarganya sendiri sehingga ketika perlu harus bersusah payah mencari datanya di L.B (Liber Babtizminorum) bahkan kerap terjadi nama babtis dan nama panggilan berubah ketika sang anak memasuki bangku sekolah atau di Akta Kelahiran.
Bekerja seorang diri di kantor paroki tentu kerab membuat Anus kesepian atau bahkan kerepotan tetapi tidak menyurutkan niatnya memberikan yang terbaik bagi umat di Paroki Bengkayang. Dengan waktu kerja di Kantor Paroki yang buka jam 08.30 - 12.30 WIB,setelah dari kantor paroki beliau melanjutkan kerja dikebun atau sawah. Memanfaatkan waktu yang ada Bapak tiga orang anak ini terbilang sebagai Petani Berprestasi di Kabupaten Bengkayang. Berbekal pendidikannya di SPP Pertanian Ruteng-Manggarai, Flores.

Rabu, 23 November 2011

ASRAMA PASTORAN SANTO YOHANES CHRISOSTOMUS BENGKAYANG

Asrama yang berada dikompleks Pastoran Santo Pius X Bengkayang ini biasa disebut sebagai Asrama Putera Pastoran, yang juga sekaligus membedakannya dengan asrama-asrama lain yang ada di wilayah Kota Bengkayang, seperti Asrama Puteri Susteran, Asrama Bukit Sion, Asrama Kana, Asrama Manunggal, dan lain sebagainya. Asrama ini diperuntukkan bagi siswa putera yang akan belajar di Kota Bengkayang, setingkat SMA/SMK. Dan lebih dikhususkan lagi bagi mereka yang berasal dari wilayah pedalaman Kabupaten Bengkayang.
Asrama ini didirikan oleh Pastor-Pastor Misionaris Kapusin Provinsi Belanda [Netherlands] yang berkarya di Paroki St. Pius X Bengkayang beberapa puluh tahun yang lalu (1934 - 1990). Ciri khasnya adalah Pendidikan dan Pembinaan yang berjiwa atau berspiritualitaskan Iman Katolik [Kesaksian]. Pertama-tama memang hanya diperuntukkan khusus bagi para pelajar yang berada di wilayah Paroki St. Pius X Bengkayang. Namun, dalam perkembangannya kemudian, menerima pula para pelajar dari luar Paroki St. Pius X Bengkayang seperti sekarang terjadi ada beberapa pelajar yang berasal dari wilayah Paroki St. Agustinus dan Mattias Darit, Paroki Kristus Raja Sambas, Paroki St. Petrus dan Paulus Menjalin, Paroki St. Yosef Samalantan serta Paroki St. Petrus Sanggau Ledo.
Asrama ditangani langsung oleh beberapa Pembina, dengan diketuai oleh salah seorang Pastor yang ditunjuk oleh atau penerima mandat dari Pastor Kepala Paroki. Dan dalam penanganannya, para pembina inilah yang bertanggung-jawab mengelola asrama Pastoran dengan sebaik-baiknya, dengan tetap menjalin kerjasama yang baik dengan orang-tua para penghuni, pihak sekolah serta lingkungan di sekitar asrama, dan terlebih Pastor-Pastor yang bertugas di Paroki Santo Pius X Bengkayang.
Kemudian untuk menjaga serta mengatur tertib hidup para penghuninya, dibuatlah peraturan dan tata-tertib yang berlaku untuk semua penghuni asrama, dengan tetap menghargai kebebasan dan niat baik para penghuninya dalam berbuat dan berperilaku baik. Peraturan ini berlaku untuk semua. Poin penting yang menjadi prioritas utama bagi penghuni Asrama Pastoran adalah agar mereka dapat belajar dengan baik, bertanggung-jawab, berakhlak serta beriman yang teguh selama mereka menyelesaikan studi-nya dengan tinggal di asrama.---Vivat Crescat et Floreat [Lahir Hidup dan Berbuah]---.

Alamat Lengkap: Asrama Putera Pastoran "St. Yohanes Chrisostomus" Bengkayang
Jl. Gereja Katolik 04 BENGKAYANG 79211 Kalbar, Indonesia
Telp. 0561-441147

Kompleks Asrama Pastoran Bengkayang


Asrama yang dulunya digunakan untuk penghuni Asrama Puteri

Asrama Tempo Doeloe terhubung dengan Gereja Lama

Para Pembina Sekarang:

Bapak Kristianus Upang (Asal Simpang Tiga)--- Mulai jadi Pembina Juli 2011 - ...
Pastor Markus Soje, Pr --- Mulai jadi Pembina Juli 2009 --- ...

Penghuni Asrama Pastoran
Sebagian Penghuni Asrama Pastoran sedang Belajar

Dekanat Singkawang, Keuskupan Agung Pontianak

Keuskupan Agung Pontianak dibagi dalam 3 Dekanat. Dekanat sendiri adalah wilayah pelayanan paroki yang berdasarkan pertimbangan Uskup dikelompokan untuk memudahkan koordinasi dalam pelayanan kepada umat. Anggota Dekanat adalah Para Pastor Paroki maupun Pastor yang berkarya kategorial dan khusus. Kategorial adalah pelayan yang diberikan oleh Imam di tempat atau kelompok tertentu seperti Rumah Sakit, Militer, Penjara, Panti Jompo, Panti Asuhan, Buruh, Seminari, Biara dll.

tiga dekanat dalam KAP terdiri:
1. Dekanat Kota Pontianak
2. Dekanat Landak
3. Dekanat Singkawang.

Paroki yang masuk dalam Dekanat Singkawang adalah:
1. Paroki Kristus Raja, Sambas.
2. Paroki St. Yosef, Pemangkat
3. Paroki St. Fransiskus Asisi, Singkawang
4. Paroki Sta. Maria, Nyarumkop
5. Paroki St. Yosef, Samalantan
6. Paroki St. Pius X, Bengkayang
7. Paroki St. Petrus, Sanggau Ledo



Peta Wilayah Dekanat Singkawang

Para Imam yang berkarya di Dekanat Singkawang.

Renovasi Gereja St.Pius X Bengkayang

PROFIL GEREJA DAN PERKEMBANGANNYA

Sejak di dirikan tanggal 1 September 1934, Paroki Bengkayang telah berkembang sedemikian pesat dari awal mula umat sedikit menjadi semakin bertambah. Demikian juga rumah Ibdah (Gereja). Sejak berdiri Gereja paroki saat ini sudah empat kali perubahan. Gereja Pertama di beri nama St.Yosef kemudian di renovasi pada tahun 1975 dan di beri nama baru St.Pius X.


setelah dipergunakan selama hampir 13 tahun maka melihat pertumbuhan dan perkembangan umat dibangunlah sebuah bangunan Gereja baru letaknya di sebidang tanh kosong di samping pastoran. Gereja ini di bangun pada takhir tahun 1988 selesai pada tahun 1990.

setelah kurang lebih 11 tahun dipergunakan nampak bahwa umat semakin banyak memenuhi gereja setaip minggu meskipun misa diadakan sbanyak 3 kali. oleh karena itu diputuskan untuk membangun dan memperluas lokasi gereja yang sudah ada. perluasan tersebut di mulai pada awal Juli 2011.
Gereja sebelum di pugar


Pemugaran


Ketua Pembangunan Gereja Bpk Y.Jolong, Bpk.Ismael (Kepala Tukang) dan Bpk.Daniel

kepala tukang dari pertukangan St.Yusuf pontianak Bpk. Ismail Lianto asal Pontianak


maket Gereja yang baru

Komuni Pertama di Paroki Bengkayang

Setelah masa persiapan yang matang untuk pertama kalinya anak-anak kelas 5 dan 6 SD menyambut sakramen Komuni dalam perayaan EWkaristi yang diselenggarakan dipusat paroki pada 20 November 2011. Sekitar 100an anak telah berbaris rapi dalam busana putih dan dibalut celana hitam untuk anak laki-laki berarak memasuki gereja. Misa yang dipimpin Pastor Herbertus Hermes Abet, Pr ini berlangsung semarak. Di iringi Koor St.Pius semakin menegaskan perayaan ini menjadi tanda sukacita bagi anak-anak yang akan menyambut Tubuh Tuhan dalam hidup mereka. Para Orang Tua tak kalah suka citanya menyaksikan putra-putri mereka melangkah pasti memasuki hidup baru dalam Tuhan.
Komuni pertama ini dapat terselenggara berkat peran serta para Guru Agama yang mau memberikan diri mereka demi mengajar anak-anak ini sehingga bisa menerima komuni untuk pertama kalinya.

Selasa, 23 Agustus 2011

Catatan Perjalanan: Penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Bengkayang

Suka cita besar dirasakan umat katolik Paroki St.Pius X Bengkayang. Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun,OFM.Cap, berkenan menerimakan sakramen krisma pada tanggal 8 – 14 Agustus 2011. Sakramen krisma dilaksanakan ditujuh tempat dalam wilayah paroki Bengkayang. Sakramen krisma adalah bagian dari 3 sakramen inisiasi. Inisiasi artinya memasukan orang dalam gereja. Setiap umat katolik wajib untuk menerima sakramen inisiasi yaitu Baptis, Ekaristi dan Krisma. Melalui sakreman krisma diharapkan umat yang menerimanya dapat bertumbuh dalam iman serta menjadi dewasa. Dalam rangka inilah uskup hadir melaksanakan penerimaan sakramen krisma.
            Hari pertama krisma dilaksanakan di Stasi Dapan (8 agustus). Uskup bersama P.Herebertus Hermes Abet,Pr dan rombongan Koor dari Bengkayang menuju Ledo kemudian dilanjutkan dengan menumpang perahu menuju stasi Dapan. Dari Steigher Dapan uskup ditandu menuju kampung yang jaraknya 1,2 Km. Di awal kampung uskup dan rombongan disambut oleh 7 kali tembakan senapang lantak, kemudian disambut tarian penyambutan, pemotongan bambu muda serta penaburan beras kuning. Uskup diarak menuju rumah ketua umat dengan menginjak bidai selamat datang dan berisitirahat sejenak sebelum misa krisma dimulai. Misa dimulai pukul 09.00. Umat katolik Dapan dan sekitarnya di aliran Sungai Dapan baru kali ini melihat dan bertemu langsung dengan uskupnya dan menginjakkan kaki di  kampung Dapan. Dapan dijadikan pusat menerima krisma dengan 5 kampung di sekitarnya bergabung di sana. Umat yang menerima sakramen krisma berjumlah 144 orang.
Hari kedua, 9 Agustus 2011, penerimaan sakramen krisma dilaksanakan di Stasi Sungai Betung sebagai pusat dengan melingkupi 2 stasi yaitu Stasi Sungai Betung dengan 11 kampung dan Stasi Ketiat dengan 5 kampung. Umat mengarak Uskup di awal kampung yaitu di Puskesmas Sungai Betung. Perarakan diawali Drum Band SD Amkur, barisan penerima krisma, kemudian uskup dengan menaiki mobil, kemudian seluruh umat menuju gereja. Untuk pertama kalinya uskup kita menginjakkan kakinya di stasi ini. Misa dimulai pukul 09.30. Dalam misa ini umat yang menerima sakramen krisma berjumlah 122 orang sekaligus uskup juga memberkati gereja St. Thomas setelah gedung gereja direnovasi.
Hari ketiga, 10 Agustus 2011, penerimaan sakramen krisma dilaksanakan di Stasi Ledo. Misa dimulai pukul 17.00. Uskup beserta rombongan disambut di gerbang gereja dengan tarian kemudian misa pun dimulai. Di Stasi Ledo sebagai pusat melingkupi 7 kampung telah menerima krisma sebanyak 103 orang. Dalam khotbahnya uskup menyatakan Ledo dapat menjadi Paroki baru asalkan umat dapat menyiapkan diri dengan segala kelengkapan untuk menjadi paroki. Penambahan tenaga imam mendesak untuk memenuhi kebutuhan keuskupan. Umat wilayah Ledo bersukacita ketika uskup mengatakan hal tersebut.
Hari keempat, 11 Agustus 2011, penerimaan sakramen krisma dilaksanakan di Stasi Peranuk. Misa dimulai pikul 17.00. Penerima krisma dari Stasi Peranuk dengan 5 kampung sekitarnya berjumlah 143 orang. Peranuk adalah stasi awal yang terbetuk sejak paroki Bengkayang didirikan 1 September 1934. Umat yang hadir termasuk yang menerima sakramen krisma merasakan kebahagiaan dan suka cita karena uskup berkenan hadir.
Hari kelima, 12 Agustus 2011, sakramen krisma diterimakan di Stasi Sejadis. Sejadis merupakan wilayah transmigrasi. Uskup datang untuk kali kedua di stasi tersebut sejak gereja mereka diresmikan pada tahun 2002. Misa di mulai pikul 09.00. Penerimaan sakramen krisma di Sejadis melingkupi 3 kampung disekitarnya berjumlah 64 orang.
Hari keenam, 13 Agustus 2011, sakramen krisma diterimakan di Stasi Sekaruh. Misa di mulai pukul 09.00. Sekaruh adalah stasi yang terbetuk pada tahun 1935. Uskup disambut di gerbang gereja dengan tarian penyambutan dan langsung mulai misa ketika masuk gereja. Umat yang menerima sakramen krisma berjumlah 176 orang.
Hari ketujuh, 14 Agustus 2011, sakramen krisma diterimakan dipusat paroki. Misa di mulai jam 09.00. Hari terakhir penerimaan krisma di paroki Bengkayang. Peserta krisma di Bengkayang berjumlah 544 orang yang berasal dari pusat paroki serta stasi sekitar yaitu: Tampe Atas, Malosa, Lumar, Bare Lamat, Trans Rangkang dan Sayung. Di pusat paroki umat yang hadir memenuhi dalam gereja sampai luar gereja, bahkan dalam gereja hanya di isi oleh peserta krisma. Dalam misa meriah ini dihadiri juga oleh Drs. Yakobus Luna,M.Si dan juga ketua DPR Bengkayang Darwis. Setelah misa seluruh peserta krisma dan undangan santap siang bersama di aula paroki.
            Dalam sambutannya ketua DPP paroki Bengkayang menyatakan: berterima kasih atas kesediaan Uskup untuk berkenan menerimakan sakramen krisma bagi segenap umat katolik di wilayah paroki bengkayang mulai tanggal 8-14 Agustus 2011. Terima kasih yang tak terhingga pula bagi para pengurus umat beserta panitia di stasi-stasi yang menjadi penyelenggara sehingga para krismawan-krismawati telah menerima pengurapan dari Uskup kita. Total penerima sakramen krisma mulai tanggal 8-14 agustus 2011 di paroki Bengkayang berjumlah 1.296 orang. Deo Gratia.

Perarakan Misa Kirsma di Ledo 10 Agustus 2011

Gerbang Gereja Sejadis, Misa Krisma  12 Agustus 2011

Uskup di arak menuju Gereja St. Thomas Sungai Betung 9 Agustus 2011
























Oleh-oleh Jumpa OMK Sealiran Sungai Ledo di Dapan

Kontingen Tapendan Muhi Riam

Orang Muda Katolik (OMK) Sealiran Sungai Ledo, Paroki St. Pius X Bengkayang untuk pertama kalinya mengadakan jumpa OMK pada tanggal 6-7 Agustus 2011. Pusat kegiatan dilaksanakan di Stasi Dapan. Kegiatan tersebut sekaligus bertepatan dengan penerimaan sakramen krisma 8 Agustus 2011. Peserta jumpa omk berjumlah 76 orang. Kegiatan tersebut diadakan di lapangan sepak bola kampung  Dapan. Kaum muda ini selama 3 hari mendirikan tenda dan tidur di sana. Meskipun dalam situasi yang serba terbatas, pada malam hari diterangi oleh cahaya pelita (Genset hidup sampai jam 10 malam), mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan.
Dari paroki yang turut hadir dalam acara tersebut adalah Pastor Moderator OMK, ketua DPP beserta seksi kepemudaan. Turut pula hadir tiga Frater Praja yang sedang liburan dari pendidikan mereka di Malang. Mereka berangkat dari Bengkayang menuju Ledo kemudian dari Ledo menuju Dapan memakan waktu 3 Jam. Sesampai di Steigher, rombongan bergabung dengan beberapa peserta yang sudah datang dahulu.
Acara jumpa omk ini dimulai pada 6 agustus 2011 pukul 15.00. Peserta dikumpulkan untuk saling mengenal dalam ice breaking. Kemudian pada pukul 19.00 peserta berhimpun di Gereja untuk bersama-sama Sharing dengan pembicara Ketua DPP dan para Frater.
Hari kedua, Minggu 7 Agustus 2011. Setelah sarapan, peserta bersama umat Dapan menghadiri misa. Gereja terisi penuh bahkan sampai duduk di luar gereja. Usai misa, peserta mengadakan lomba rekreatif diantaranya lomba makan kerupuk dan lari karung. Setelah makan siang kegiatan dilanjutkan dengan Outbound. Para peserta diacak dalam 5 kelompok. Panitia kegiatan berasal dari OMK Dapan mereka juga membaur bersama dengan peserta. Acara yang baru kali pertama dilakukan ini menarik hati peserta bahkan umat Dapan sendiri dari yang terkecil sampai tertua berbondong-bondong menyaksikan. Setelah itu pada pukul 16.00 peserta dihimpun kembali di gereja untuk persiapan menyambut krisma serta persiapan menyambut kegiatan kedatangan Uskup Agung Pontianak. Hal yang turut menggembirakan adalah seluruh peserta jumpa OMK juga turut menerima sakramen krisma tersebut. Malam harinya peserta mengadakan games dan menyalakan api unggun sekaligus juga penyerahan kenang-kenangan dari DPP kepada peserta jumpa OMK.
Ketua DPP paroki St.Pius X Bengkayang, Dododrikus, A.P mengatakan: kegiatan Jumpa OMK sealiran sungai ini adalah sebuah ajang berhimpun kaum muda serta untuk saling berbagi pengalaman iman. Kaum muda jaman ini menghadapi banyak sekali tantangan. Tantangan pergaulan, tantangan kemajuan jaman serta tantangan keimanan. Kaum muda adalah gereja, oleh karena itu sedari muda kita harus mau melibatkan diri dari dalam kegiatan menggereja. Kami yang saat ini mengurus gereja kelak akan menjadi tua maka kelangsungan gereja ada ditangan kaum muda. Jangan jerih bangkit dan bergerak membangun gereja di Stasi kita masing-masing.
Lorensius sebagai ketua panitia juga mengatakan: berterima kasih atas peran serta OMK dari berbagai stasi untuk hadir dalam jumpa OMK ini. Beliau tidak menyangka kehadiran teman-teman OMK begitu antusias mulai dari hari pertama sampai hari kedua malam. Teman-teman OMK rela untuk berjalan kaki kemudian menumpang perahu untuk dapat mengikuti acara ini. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut untuk masa yang akan datang.
Pastor Moderator OMK paroki Bengkayang P. Alexander Mardalis,Pr juga mengatakan bahwa acara ini memang sengaja dilaksanakan untuk menyatukan hati OMK se aliran sungai untuk bersatu menunjukan kekompakan dan membangkitkan rasa percaya diri setiap omk agar mau dan mampu membangkitkan gereja di Stasi masing-masing serta menunjukan partisipasi yang nyata dalam keseharian untuk membangun gereja, misalnya dengan aktif sembahyang serta juga memenuhi harapan gereja dalam panggilan hidup berkeluarga untuk melangsungkan perkawinan gereja secara murni. Kegiatan jumpa omk sealiran sungai ini akan kita lanjutkan lagi ditahun depan. Siapa yang menjadi tuan rumah tergantung kesiapan stasi sealiran sungai untuk menindaklanjutinya.
Setelah penyalaan api unggun seluruh peserta bersama pengurus umat Dapan berdoa untuk kaum muda dan gereja yang dipimpin Fr. Suwandi. Setelah doa malam peserta beristirahat untuk mempersiapkan diri menyambut uskup serta menerima sakramen krisma dari Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM.Cap. Hidup OMK! Hidup Gereja Katolik. Sampai jumpa lagi dalam kegiatan jumpa omk berikutnya.






Minggu, 24 Juli 2011

Gereja Bengkayang dari jaman ke jaman

Gereja St.Pius X Bengkayang 2011

Gereja St.Pius X Bengkayang 1999

Pastoran Bengkayang 1999

Gereja St. Yosef - St.Pius X Bengkayang 1976

Gereja St. Yosef Bengkaang 1975 belum di pugaar







Jumat, 01 Juli 2011

Jumpa OMK Se-Dekanat Singkawang 2011

Kontingen Paroki St. Pius X Bengkayang
Jumpa Orang Muda untuk wilayah Dekanat Singkawang telah di adakan di Paroki St.Maria Nyarumkop  pada tanggal 23-26 Juni 2011. Dekanat Singkawang terdiri dari 6 Paroki dan satu Kuasi Paroki: Paroki Kristus Raja, Sambas, Paroki St. Yosef Pemangkat, Paroki St.Fransiskus Asisi Singkawang, Paroki St. Maria Nyarumkop (sebagai tuan rumah), Paroki St. Pius X Bengkayang, Paroki St.Petrus Sanggau Ledo dan Kuasi Paroki Samalantan.
Jumpa OMK kali ini mengusung tema "Gereja Sebagai Keluarga, Bersama OMK Menjadi Garam dan Terang Dunia", tema ini sengaja di usung terkait dengan Sinode Keuskupan Agung Pontianak yang akan diselenggarakan di Tirta Ria 12-14 Juli 2011 di Pontianak. Kaum Muda Katolik hendak merefleksikan dirinya ke arah pembangunan karakter manusia yang dinamis dan hidup. 
Paroki Nyarumkop sebagai tuan rumah menyambut baik kehadiran rombongan OMK dari berbagai paroki di dekanat singkawang. terbukti dengan kesiapan mereka dalam masa persiapan tersebut. Seminggu sebelum diadakannya Jumpa OMK tampak kesibukan yang luar biasa. Panitia telah membersihkan Komplek persekolahan dengan menebas dan merapikan tempat terselenggaranya jumpa OMK yaitu di komplek SMU St. Paulus. Panggung dan Tempat seminar telah ditata. Penginapan Peserta putra di sediakan di ruang kelas, sedangkan peserta putri diinapkan di asrama Simporiana/Rini. Pastor Paroki Nyarumkop P.Barnabas Meriko OFM.Cap bersyukur karena telah di perkenankan tempat mereka dijadikan wadah berhimpun Orang Muda dari berbagai paroki dan berharap agar kegiatan jumpa OMK ini menjadi ajang yang luar biasa untuk bersosialisasi dan mengenal satu sama lain serta memperdalam iman Katolik.
Hal senada di ungkapkan oleh Blasius Belgi selaku ketua panitia, ia berharap kaum muda semakin termotifasi untuk memajukan gereja karena kaum muda adalah ujung tombak gereja saat ini, tambahnya.

Arak-arakan memasuki pusat kegiatan
Bertempat di lokasi Gereja Paroki Nyarumkop yang baru para peserta sudah berhimpun untuk memulai acara pembukaan. Jam 10.00 parade Drum Band persekolahan katolik Nyarumkop sudah menyambut para peserta untuk mulai perarakan menuju kompleks SMU St. Paulus sebagai pusat kegiatan. 565 orang dari berbagai paroki telah berhimpun dan acara pembukaan pun dimulai. Barisan pertama dipimpin oleh Drum Band kemudian disusul oleh kontingen paroki-paroki. Sesampai di gerbang SMU, Uskup Pontianak beserta para pastor dekanat singkawang dan kontingen omk disambut oleh tarian penyambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita selamat datang. Selanjutnya acara di buka dengan Misa yang langsung dipimpin Uskup Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun,OFMCap. Dalam khotbahnya beliau berpesan agar generasi muda katolik selalu mau melibatkan diri dalam kegiatan menggereja, keterlibatan tersebut menjadi tanda dan bukti bahwa gereja itu hidup. Kaum muda adalah gereja, setiap orang yang dibabtis adalah gereja maka tunjukan itu dalam keseharian anda, imbuhnya.     
Kontingen OMK Paroki Bengkayang
Pengguntingan Pita selamat datang
Peresmian Jumpa OMK se-Dekanat Singkawang di mulai dengan memukul gong dan pelepasan balon ke udara.
Uskup Agung Pintianak meresmikan Jumpa OMK  Dekanat Singkawang
Pelepasan Balon Uskup Pontianak dan Sekda  Kotif  Singkawang

Lomba Voley Ball antar kontingen paroki

Seminar Spiritulitas kaum muda oleh Drs. Hendrikus Clement
Seminar Hukum Kanonik Perkawinan yang dibawa oleh P.DR. Herman Mayong, OFMCap
Panitia jumpa OMK Sedekanat Singkawang di Nyarumkop bersama Bpk. Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si
Kontingen OMK Paroki Sambas
Kontingen Paroki Singkawang
Kontingen Paroki Sanggau Ledo
Kontingen OMK Paroki Bengkayang
Kontingen OMK Kuasi Paroki Samalantan
Kontingen Paroki Nyarunkop
Kontingen OMK Paroki Pemangkat

Seminar Peranan kaum muda dalam memejukan daerah yang dibawakan oleh  Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si