Ads 468x60px

.

Pages

Subscribe:

Labels

Rabu, 23 November 2011

Renovasi Gereja St.Pius X Bengkayang

PROFIL GEREJA DAN PERKEMBANGANNYA

Sejak di dirikan tanggal 1 September 1934, Paroki Bengkayang telah berkembang sedemikian pesat dari awal mula umat sedikit menjadi semakin bertambah. Demikian juga rumah Ibdah (Gereja). Sejak berdiri Gereja paroki saat ini sudah empat kali perubahan. Gereja Pertama di beri nama St.Yosef kemudian di renovasi pada tahun 1975 dan di beri nama baru St.Pius X.


setelah dipergunakan selama hampir 13 tahun maka melihat pertumbuhan dan perkembangan umat dibangunlah sebuah bangunan Gereja baru letaknya di sebidang tanh kosong di samping pastoran. Gereja ini di bangun pada takhir tahun 1988 selesai pada tahun 1990.

setelah kurang lebih 11 tahun dipergunakan nampak bahwa umat semakin banyak memenuhi gereja setaip minggu meskipun misa diadakan sbanyak 3 kali. oleh karena itu diputuskan untuk membangun dan memperluas lokasi gereja yang sudah ada. perluasan tersebut di mulai pada awal Juli 2011.
Gereja sebelum di pugar


Pemugaran


Ketua Pembangunan Gereja Bpk Y.Jolong, Bpk.Ismael (Kepala Tukang) dan Bpk.Daniel

kepala tukang dari pertukangan St.Yusuf pontianak Bpk. Ismail Lianto asal Pontianak


maket Gereja yang baru

Komuni Pertama di Paroki Bengkayang

Setelah masa persiapan yang matang untuk pertama kalinya anak-anak kelas 5 dan 6 SD menyambut sakramen Komuni dalam perayaan EWkaristi yang diselenggarakan dipusat paroki pada 20 November 2011. Sekitar 100an anak telah berbaris rapi dalam busana putih dan dibalut celana hitam untuk anak laki-laki berarak memasuki gereja. Misa yang dipimpin Pastor Herbertus Hermes Abet, Pr ini berlangsung semarak. Di iringi Koor St.Pius semakin menegaskan perayaan ini menjadi tanda sukacita bagi anak-anak yang akan menyambut Tubuh Tuhan dalam hidup mereka. Para Orang Tua tak kalah suka citanya menyaksikan putra-putri mereka melangkah pasti memasuki hidup baru dalam Tuhan.
Komuni pertama ini dapat terselenggara berkat peran serta para Guru Agama yang mau memberikan diri mereka demi mengajar anak-anak ini sehingga bisa menerima komuni untuk pertama kalinya.